jump to navigation

Japanese culture April 13, 2007

Posted by Dedy Rustandi in Nihongo.
trackback

 

Kali ini, aq ingin membahas mengenai Japanese culture. Setidaknya ada 4 hal budaya jepang yang menarik untuk dibicarakan.
1. Kerja
-> Sebagian besar orang jepang adalah orang yang workaholic, baginya tempat kerja adalah rumah kedua. dan rekan kerja adalah keluarganya. Kerja hingga larut malam bukanlah hal yang aneh dsini.
Ditempat kerja ku ada 2 orang jepang yang sudah berusia 50 thn keatas, setiap hari pulang kerja antara jam 8-9 malam. Pagi sekitar jam 8 pagi udah datang. Biasanya hari sabtu juga datang ke kantor hingga jam 7 malam. Jadi waktu untuk keluarga bagi mereka adalah hari sabtu and minggu doank.
Semua jenis pekerjaan disini tidak membedakan jenis kelamin. Cewek jadi supir truk atau supir taksi bukanlah hal yang aneh disini. Jepang tidak menganut perbedaan gender seperti di Indonesia. Smua sama, tidak ada istilah ‘woman first’ disini.
2. Sopan santun
-> orang jepang sangat mengenal sopan santun. Klo dibandingin dengan orang jawa, mungkin hampir sama atau bahkan lebih sopan orang jepang. Bahasa jepang memiliki penggolongan2 kata berdasarkan tingkat kesopanan. Yah, sama dengan bahasa jawa lah..ada kromo, ngoko dll. Disini ada bentuk keigo, futsuke, dll.
Yang diperlakukan paling sopan adalah customer. Bagi orang jepang customer layaknya seperti Tuhan,mereka akan sangat memanjakan customer.(dasar orang Atheis)
3. Minum
-> Mungkin kalo budaya ini hampir di negara2 maju (barat) juga sama. Budaya minum ini sering dilakukan untuk merekatkan hubungan/relasi. Wah, klo sudah minum2, isininya cman ketawa mlulu…..apapun diketawain..
Waktu pulang dari hanami minggu lalu sama orang2 kantor, kami mampir di sebuah kedai. Pesta bir dan sushi…..(klo aq cukup coca cola)…Wah..kaco..orang2 jepang pada mabuk semua….tapi mabuknya orang jepang aman..tidak menimbulkan masalah malah isinya ketawa doank…..
4. Agama
->Sebagian besar orang jepang menganut agama budha. Tapi pada kenyataaanya..mereka itu sebenarnya tidak beragama bahkan banyak yang tidak percaya tuhan. Orang jepang lahir dirayakan dengan budaya shinto (menyembah matahari), menikah di gereja, klo mati spt budha (dikremasi). Intinya mereka hanya berbuat baik pada sesama, mereka sama sekali tidak melakukan ibadah sprituil, tp cukup berbuat baik..

Comments»

1. yusahrizal - December 22, 2008

Lam kenal.
ngasih tambahan dikit:
1. kesopanan
gue pernah nabrak mobil orang jpg pake sepeda gue. Kalo di Indonesia bisa abis gue ditabokin. disini malah supirnya keluar dgn muka cemas sambil nanya, “kamu gak papa? ada yg luka? perlu ambulan?”
2. Minum
Pernah waktu bounenkai, satu lab pergi minum ke izakaya (kalo fave gue sih urongcha). profesor pembimbingku mabok wiski, tau gak apa yg dilakukannya? Ngasih kuliah material semikonduktor panjang lebar kayak lagi dikampus. mahasiswa yg lain walau teler tetap aja gak berani menyela.
3. kata yg tepat “orang jepang ‘mengaku ‘menganut buddha”
– lahir sbg shinto krn nama anak dipilih oleh pendeta shinto. jadinya ke jinja (kuil shinto)
– kawin digereja, alasannya “kakkoiiiii” – kereeeennn.
– mati dikremasi karena gampang diurus, tanah kuburan (buat ngubur mayat, bukat nempatin abu) di jepang mahal. mendingan buat yg masih hidup.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: